Berita Internasional

Klik tahutan ini untuk melihat berita internasional terbaru.

Berita Nasional

Klik tahutan ini untuk melihat berita internasional terbaru.

Berita Daerah

Klik tautan ini untuk melihat informasi terbaru yang terjadi di daerah.

Liputan Khusus

Klik tautan ini untuk membaca liputan-liputan khusus dari de Berita.

Lowongan Kerja

Klik tahutan ini untuk memeriksa lowongan kerja yang cocok untuk Anda.

Senin, 25 September 2017

Siswa SMP Ma’arif Imogiri Juara MHQ dan Kaligrafi

Nurul Huda dan Ona Oktaviani
Bantul–Dua siswa SMP Ma’arif Imogiri bawa pulang piala dalam lomba MHQ dan Kaligrafi tingkat Kecamatan Imogiri. Kedua siswa tersebut adalah Nurul Huda, meraih juara kedua dalam bidang MHQ serta Ona Oktaviani, meraih juara ketiga dalam bidang kaligrafi.

Lomba dilaksanakan di SD Sriharjo Imogiri, Sabtu (23/9). Selain MHQ dan Kaligrafi, juga ada sebelas cabang lain yang dilombakan. Lomba dilaksanakan atas kerja sama antara Kantor Kemenag Bantul dengan Dinas Dikpora Kabupaten Bantul.

Wakil Kepala SMP Ma’arif Imogiri, Sambudi, mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya. Dengan berbagai keterbatasan fasilitas, mereka tetap mampu bersaing dengan sekolah lain bahkan berprestasi. (sab)

Rabu, 09 Agustus 2017

SMP Ma'arif Imogiri Siap Hadapi Akreditasi


Bantul-Masa berlaku sertifikat akreditasi SMP Ma'arif Imogiri segera berakhir tahun 2017 ini. Untuk itu, civitas akademika SMP Ma'arif Imogiri bersiap mengikuti akreditasi ulang.

"Tanggal 11-12 yang akan datang, tim asesor dari BAP S/M DIY akan datang ke SMP Ma'arif Imogiri untuk memverifikasi kondisi SMP Ma'arif Imogiri saat ini. Tim akan melaporkan ke BAP S/M DI Yogyakarta berdasarkan tinjauan di lapangan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh BAN S/M," ungkap Sambudi, Wakil Kepala SMP Ma'arif Imogiri.

Masih menurut Sambudi, ada delapan standar yang akan dicermati oleh asesor. Kedelapan standar tersebut meliputi Kompetensi Lulusan, Isi, Proses, Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Sarana dan Prasarana, Pengelolaan, Pembiayaan Pendidikan, dan Penilaian Pendidikan. Nilai dari delapan standar itu akan dikalkulasi yang akhirnya menentukan predikat akreditasi yang akan diperoleh SMP Ma'arif Imogiri selama lima tahun kedepan.

Terkait persiapan menghadapi akreditasi, Ketua Panitia, Mulyono, menyampaikan dirinya yakin sekolahnya akan kembali mendapatkan predikat A. Menurutnya, timnya telah berjuang sebaik-baiknya menyelesaikan tuntutan delapan standar yang akan diperiksa.

"Kami sudah berusaha, semoga hasilnya akan baik dan SMP Ma'arif Imogiri kembali mendapatkan predikat A," ungkap Mulyono.

Menurut Mulyono, sedikit kendala yang dihadapi guru dan karyawan, bahwa proses akreditasi tidak mengurangi tanggung jawab GTK dalam menghadapi pembelajaran. Untuk itu, para guru dan karyawan harus berjuang keras membagi waktu antara menunaikan kewajiban harian dengan mempersiapkan akreditasi.

"Untuk itu, asas gotong royong benar-benar kami terapkan dalam proses ini. Jika ada permasalahan, guru dan karyawan akan saling membantu untuk menyelesaikan. Semoga hasilnya nanti akan maksimal," tutup Mulyono. (sab)

Selasa, 23 Mei 2017

SMP Ma’arif Imogiri Lepas Penghafal Alquran 30 Juz

Zuni Anifah
Bantul–Kepala SMP Ma’arif Imogiri melepas 28 siswanya yang telah menuntaskan kegiatan belajar-mengajara, Senin (22/5). Bersamaan dengan itu, pihak sekolah juga menggelar khataman untuk kategori Juz Amma dan Alquran.

“Hari ini kami melepas 28 siswa kelas IX yang telah menuntaskan kegiatan belajar-mengajar di SMP Ma’arif Imogiri. Selain itu, kami juga menggelar khataman sebagai apresiasi kepada para siswa yang telah mengikuti program BTAQ tiap pagi,” ungkap Kepala SMP Ma’arif Imogiri, Masruhi.

Ketika dihubungi, Masruhi menerangkan, di antara siswa yang dilepas dan mengikuti khataman, ada siswa yang telah berhasil menghafal 30 juz Alquran.

“Kendati memiliki keterbatasan input dan fasilitas, kami cukup bangga melakukan pelepasan dan khataman kali ini. Di antara siswa yang dilepas, yakni Zuni Anifah, telah berhasil menghafal 30 juz Alquran,” terang Masruhi.

“Ketika masuk di kelas sembilan, Zuni Anifah telah berhasil menghafal 25 juz. Saat pelepasan ini, Zuni telah menuntaskan 30 juz hafalannya,” lanjut pria kelahiran Brebes 60 tahun lalu itu.

Anak-anak yang bersekolah di SMP Ma’arif Imogiri memang berasal dari golongan menengah ke bawah. Bahkan, di antaranya sudah tidak berniat melanjutkan sekolah lagi.

“Sebagian siswa di sini, kami ‘jemput’ ke rumahnya dan tawarkan untuk bersekolah. Kami bahkan harus bernegosiasi dengan anak dan orang tuanya agar mereka bersedia melanjutkan sekolah,” terang Masruhi.

Perjuangan guru dan karyawan di SMP Ma’arif Imogiri menurut Masruhi luar biasa. Jika hanya ditinjau dari nilai akhir akademis, timnya memang tidak mampu mengantarkan siswa-siswinya bersaing dengan sekolah-sekolah favorit. Kendati demikian, jika ditinjau dari perkembangan para siswa, dirinya yakin hasilnya tidak kalah.

“Di sekolah favorit, siswa yang masuk memang sudah bernilai tinggi. Sementara di sekolah seperti SMP Ma’arif Imogiri, dengan keterbatasan anggaran dan fasilitas, kami harus berjuang menyemangati siswa agar mau belajar,” ujarnya. “Jadi, capaian-capaian saat ini, saya pandang sudah sangat luar biasa,” tutupnya.

Masruhi berpesan kepada guru/karyawan SMP Ma’arif Imogiri untuk tetap berjuang. Dia berharap, ke depannya, fasilitas SMP Ma’arif Imogiri dapat terus diperbaiki.

Acara pelepasan dan khataman yang dilaksanakan di halaman SMP Ma’arif Imogiri itu dilangsungkan pukul 07.00-12.00 itu juga disertai dengan pameran karya para siswa. Orang tua yang hadir bisa melihat karya-karya anak-anaknya selama sekolah di SMP Ma’arif Imogiri. Selain menghadirkan orang tua, panitia juga mengundang tokoh masyarakat dan Nahdlatul Ulama di lingkungan Imogiri. (sab)

Minggu, 24 Juli 2016

Hasan Asy'ari: Mendidik Anak itu Seperti 'Ngunduh Layangan’

KH. Hasan Asy'ari menyampaikan tausiyah
pada halal bihalal SMP Ma'arif Imogiri (23/7).
BANTUL--Mendidik anak itu seperti "ngunduh layangan”. Demikian disampaikan KH. Hasan Asy'ari dalam pengajian halal bihalal di SMP Ma'arif Imogiri, Bantul (23/7).

Sebuah layang-layang dapat terbang dengan baik jika layang-layangnya bagus, benangnya panjang, ada angin, dan tidak ada yang menghalangi," tegas Kyai Hasan. "Layang-layang yang baik harus terbuat dari bahan yang bagus dan bagian-bagiannya harus proporsional. Jika tidak, layang-layang tidak akan terbang sehingga perlu diperbaiki dulu," paparnya.

Sebagaimana layang-layang, seorang anak yang melakukan berbagai tindakan menyimpang, juga harus diluruskan. Oleh karena itu, Kyai Hasan tidak setuju jika siswa atau orang tua begitu mudah melaporkan para guru ke pihak berwajib atas proses pendidikan yang dilakukan.

Sebuah layang-layang juga harus memiliki tali yang cukup panjang agar bisa terbang tinggi. Tentang hal ini Kyai Hasan menyampaikan bahwa proses pendidikan itu tidak singkat, para siswa harus melalui sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan seterusnya.

Layang-layang meniscayakan keberadaan angin. Jika tidak ada angin, layang-layang tidak dapat terbang. Sebagaimana layang-layang, dalam proses pendidikan pun demikian. Seorang anak memerlukan dorongan atau motivasi dari berbagai pihak, mulai guru, lingkungan, terutama orang tua.

"Saat ini banyak orang tua yang tidak mengimbangi aspek duniawi dengan aspek akhirat. Banyak orang tua yang selalu menuruti keinginan anak dan perkembangan tren duniawi tetapi abai memperhatikan aspek religiositas anak. Banyak orang tua yang lebih bangga terhadap kekayaan, ketimbang dimensi akhirat, misalnya kemampuan mengaji anak," papar kyai dari Piyungan itu.

Selanjutnya, sebuah layang-layang tidak dapat terbang dengan baik jika mendapatkan rintangan dari layang-layang lain atau berbagai aspek lain. Gangguan saat ini berbentuk banyak hal, misalnya teknologi. Kyai Hasan mengingatkan, bahwa selain membantu kehidupan manusia, teknologi memiliki banyak dampak negatif. Oleh karena itu, orang tua harus hati-hati.

Lebih lanjut, Kyai Hasan menyampaikan bahwa tanggung jawab pendidikan itu sesungguhnya merupakan tanggung jawab bersama. Umat Islam harus bersatu dan saling membantu.

"Orang Islam itu seperti tubuh manusia, jika ada yang bermasalah, bagian lain tentulah akan ikut merasakan dan melakukan berbagai tindakan yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut," urainya.

Acara halal bihalal dilangsungkan di halaman SMP Ma'arif Imogiri. Ketua pantiia, Drs. H. As'ari, menyampaikan bahwa panitia mengundang seluruh guru dan karyawan SMP Ma'arif Imogiri, para mantan guru dan mantan kepala sekolah, para pejabat terkait, sekolah/madrasah sekitar, para orang tua/wali siswa, serta pelajar IPNU-IPPNU Kecamatan Imogiri.

Pada kesempatan itu, disosialisasikan pula berbagai perubahan yang akan dilakukan di SMP Ma'rif Imogiri. "Kita akan melakukan tindakan pendisiplinan dalam penyelenggaraan lembaga, pendisiplinan tersebut dilakukan terhadap seluruh unsur, mulai pendidik dan tenaga kepenidikan sampai siswa," ujar PLH Kepala SMP Ma'rif Imogiri, Masruhi, S.Ag.

Masruhi menilai, dengan adanya pendisiplinan, dirinya berharap citra SMP Ma’arif Imogiri yang sempat menurun akan kembali dipulihkan. Selain itu, Masruhi juga menyampaikan idenya menjadikan SMP Ma'arif sebagai sekolah boarding.

"Saya akan membuka kesempatan kepada para siswa yang ingin belajar agama lebih intensif dengan cara mondok di sini," tawarnya.

Acara halal bihalal yang berlangsung pukul 09.00-11.30 WIB tersebut diakhiri dengan doa bersama dipimpin oleh KH. Hasan Asy'ari. (sab)